Dzuhur Berjamaah dan Tausiyah Ramadhan Hiasi Musholla DPRD Langkat

Dzuhur Berjamaah dan Tausiyah Ramadhan Hiasi Musholla DPRD Langkat

 

 

Ramadhan adalah kesempatan ataupun momentum dimana setiap langkah dan gerak kebaikan dinilai ibadah yang pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu Sekretariat DPRD Langkat dibawah kepemimpinan Drs. Basrah Pardomuan yang setiap tahunnya saat bulan suci Ramadhan selalu mengadakan kegiatan sholat dzuhur berjamaah dan tausiyah Ramadhan di Musholla DPRD Langkat.

Hal ini juga dilakukan Sekretaris DPRD Langkat untuk menyahuti himbauan Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH pada saat apel gabungan pada Senin (14/5) di halaman kantor Bupati Langkat, dimana Bupati Langkat menghimbau kepada Kepala OPD dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah untuk menghiasi masing-masing kantor dengan kegiatan yang bersifat religius.

Sekretaris DPRD Langkat Drs. Basrah Pardomuan telah menjadwalkan kegiatan di bulan Ramadhan dengan membuat petugas azan sholat dzuhur berjamaah dan penceramah yang diisi oleh anggota DPRD Langkat dan Tim Ahli DPRD Langkat.

Ramadhan pertama, Kamis (17/5) setelah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah, beberapa anggota DPRD Langkat yang turut hadir dan para pegawai Sekretariat DPRD Langkat yang terdiri dari Sekretaris DPRD, para Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian dan staf serta pegawai honor Sekretariat DPRD memadati Musholla DPRD Langkat untuk mendengarkan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Tim Ahli DPRD Langkat Nanang Susianto, S.Pd.I.

Dalam tausiyahnya, Nanang Susianto yang basicnya juga seorang ustadz, menyambut baik apa yang dicanangkan oleh Sekretaris DPRD Langkat, karena dengan kegiatan ini tidak hanya memberi siraman rohani tapi juga mempererat ukhuwah islamiyah antar pegawai.

Lebih lanjut Ustadz Nanang, menyampiakan bahwa kita harus banyak bersyukur dengan nikmat-nikmat yang diberikan Allah SWT karena masih dipertemukan pada Ramadhan kali ini.

Ustadz Nanang mengatakan bahwa kata Ramadhan itu artinya panas, yang bermakna melalui bulan Ramadhan diharapkan umat Islam mampu membakar dosa-dosa dengan memperbanyak mohon ampun dan beristighfar.

“Perang yang sesungguhnya adalah jihat melawan nafsu yakni dengan berpuasa, karena puasa merupakan dinding menahan nafsu supaya lebih baik,” jelas Ustadz Nanang.

Disunatkan juga di bulan Ramadhan untuk mandi taubat serta sholat sunnat taubat dua rakaat dan mengisi bulan Ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir dan bersedekah.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply