MTQ Ajang Motivasi Untuk Mencapai Prestasi

MTQ Ajang Motivasi Untuk Mencapai Prestasi

 

Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-52 tingkat kabupaten tahun 2019 selama lima hari (11-15 Februari) yang mana Kecamatan Salapian bertindak sebagai tuan rumah.

Rangkaian pelaksanaan MTQ yang dilaksanakan di Kecamatan Salapian yang terkenal dengan Salapian Bersinar (bersih, sehat, indah, aman dan rapi) ini dipusatkan di lapangan bola kaki perkebunan PT. LNK Kebun Tanjung Keliling berlangsung meriah yang diikuti para kafilah dari 23 Kecamatan dan 1 kafilah khusus dari PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK), Senin (11/2).

Rangkaian acara yang dimulai pada sore hari diawali dengan penerimaan peserta pawai ta’aruf dari masing-masing Kecamatan dan dari PT. LNK, dilanjutkan dengan pelantikan dewan hakim MTQ serta pembukaan MTQ yang secara resmi dibuka oleh Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH.

Hadir pada malam pembukaan MTQ itu Bupati dan Wakil Bupati Langkat terpilih periode 2019-2024 Terbit Rencana Perangin-Angin dan H. Syah Afandin, SH, Dandim 0203 Langkat, Kajari, Kepala BNN, anggota DPRD Langkat Raja Kamsah Sitepu dan H. Rahmanuddin Rangkuti, SH. MKn, Presdir PT. LNK Nasruddin Bin Ismail, jajaran pejabat dari tingkat kabupaten maupun kecamatan serta masyarakat Kecamatan Salapian yang menyaksikan.

Ketua DPRD Langkat Surialam, SE yang hadir dalam pembukaan MTQ yang akan memperlombakan cabang tilawah anak-anak (tartil), remaja dan dewasa, cabang hifzil qur’an 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz dan 30 juz, cabang fahmil qur’an, cabang syahril qur’an, cabang khattil qur’an dalam sambutannya berharap MTQ sebagai ajang membumikan membaca Al-Qur’an di bumi Langkat.

“Semoga MTQ dapat memberikan barokah untuk Kabupaten Langkat dan gambaran yang positif tentang keberhasilan pendidikan keagamaan,” ucap Surialam.

Kepada para peserta, Ketua DPRD Langkat mengharapkan agar termotivasi lagi dalam membaca Al-Qur’an sehingga tercapai prestasi yang lebih baik lagi.

Surialam juga mengatakan bahwa MTQ merupakan salah satu hasil kerja keras para orang tua dalam mendidik anak-anaknya sehingga bisa tampil sebagai peserta MTQ.

Sementara itu Bupati Langkat dalam arahannya menyampaikan salam perpisahan karena MTQ Salapian yang bertema “Bersama Al-Qur’an Kita Wujudkan Masyarakat Maju, Sejahtera dan Religius” merupakan MTQ yang terakhir dihadirinya sebagai Bupati Langkat karena tanggal 20 Februari 2019 ia akan mengakhiri masa jabatannya.

Ia juga mengatakan event MTQ merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membina potensi generasi muda untuk menjadikan generasi beriman, berilmu dan berakhlak.

“Untuk itu, komitmen ini harus sama kita jaga dan lestarikan sebagai tanggung jawab kita selaku orang tua maupun pribadi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Langkat menyampaikan kepada official dan peserta MTQ yang jumlah seluruhnya  816 orang, bahwa para pemenang nantinya akan diberangkatkan umroh olehnya secara pribadi, dari Bupati terpilih Terbit Rencana Perangin-Angin dan dari pimpinan RSU Putri Bidadari Firmansyah untuk 6 orang.

LKPJ Bupati Langkat Dibahas

LKPJ Bupati Langkat Dibahas

 

Setelah Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH secara langsung menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban tahun 2018 dan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Bupati Langkat tahun 2014-2019 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat beberapa hari yang lalu, selanjutnya Panitia Khusus (pansus) DPRD Langkat melakukan pembahasan bersama para Kepala OPD di ruang rapat DPRD Langkat, Sabtu (2/2).

M. Syahrul, S.Sos sebagai ketua pansus didampingi wakilnya Sukirin, SE, dalam rapat mengatakan kepada anggota pansus bahwa yang perlu dicermati dalam pembahasan LKPJ ini adalah dari segi realisasi pelaksanaan kegiatan bukan realisasi keuangannya.

“Agar pembahasan ini tidak lari dari koridor yang dibahas sehingga pembahasan dapat terstruktur,” jelas Syahrul.

Dari pihak Bupati Langkat yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Musti, SE M.Si didampingi para Kepala OPD dengan secara rinci menyampaikan implementasi kebijakan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun dan yang terintegrasi dengan LKPJ akhir masa jabatan Bupati selama lebih kurang lima tahun.

Dalam pembahasan masing-masing anggota pansus mencermati laporan yang disampaikan para Kepala OPD. Pada rapat itu anggota pansus mempertanyakan diantaranya tentang keberhasilan penggunaan dana desa khususnya Bumdes, kinerja dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan masalah kependudukan.

Tentang dana desa, Kepala PMDK Jaya Sitepu menjelaskan bahwa realisasi pengunaan dana desa dapat terlaksana dan dana desa dari pemerintah pusat ini sangat membantu untuk pembangunan di pedesaan. Terkait Bumdes, Jaya Sitepu menjelaskan bahwa Bumdes dipimpin seorang Direktur, walaupun keberadaan Bumdes belum maksimal tapi dapat membantu perekonomian masyarakat desa.

Terkait kinerja BKD, dijelaskan bahwa BKD telah menjalankan aturan ketetapan bersama tiga kementerian dengan memecat 54 PNS yang tersandung kasus korupsi. Untuk penerimaan CPNS tahun 2018 dengan kuota yang diterima sebanyak 508 terpenuhi 467 orang yang diterima. “Hal ini salah satunya disebabkan tidak terpenuhinya kuota guru TIK (teknologi informasi dan komunikasi) pada rekrutmen CPNS 2018,” jelas Musti menambahkan penjelasan Plt. Kepala BKD Romarlan Harahap.

Menanggapi pertanyaan anggota pansus Syamsul, S.Ag dan Ir. Antoni tentang administrasi kependudukan, Kepala Dinas Dukcatpil Matehsa Sitepu mengatakan bahwa standar waktu pengurusan dokumen KTP selesai dalam 5 hari kerja, terkendalanya hanya di ketersediaan blanko KTP yang menyebabkan keterlambatan siapnya KTP itu.

Matehsa menambahkan permintaan blanko KTP yang diajukan Dinas Dukcatpil tidak pernah diberikan sesuai permintaan oleh pihak Kementerian Dalam Negeri.

Sementara itu anggota pansus lainnya, H. Ajai Ismail, SE meminta kepada Satpol PP agar dalam penertiban alat peraga kampanye pemilu 2019 benar-benar sesuai aturan dan pahami betul-betul peraturan serta tetap berkoordinasi dengan Bawaslu Langkat.